Patrik: Penyerangan Mahasiswa Dipicu Oleh Rektor Stisipol

by -233 views
Sekretaris Keluarga Besar Suku Folres Se - Bintan, Aloysius saat bersama Patrik. Foto NOVENDRA
Sekretaris Keluarga Besar Suku Folres Se - Bintan, Aloysius saat bersama Patrik. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Perselisihan antara Stisipol dengan pekerja di lahan yang menjadi konflik dan berkembang ditengah – tengah masyarakat belum lama ini ada keterkaitan dengan premanisme. Kabar itu, dinilai keluarga besar suku Flores tidak benar.

“Isu premanisme tersebut tidak benar. Mereka hanya memanfaatkan nama Raja Haji Fisabilillah saat terjadinya perseteruan tersebut dengan menggunakan mahasiswanya,” ucap salah satu keluarga besar suku Flores, Petrik kepada MetroKepri.co,id di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/2).

Sebenarnya, kata dia, terjadinya penyerangan tersebut dipicu oleh Rektor Stisipol Raja Haji itu sendiri.

“Seharusnya, mahasiswa itu tugasnya mencari ilmu di fakultas Stisipol tersebut bukan sebagai pencabut patok tanah. Hal ini sudah melanggar norma – norma dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang,” papar Patrik.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Keluarga Besar Suku Flores se – Bintan, Aloysius menyampaikan, mereka (Stisipol) sudah menyalahi aturan yang tertuang pada Gurindam 12.

“Coba lihat di Pasal 7 yang bunyinya ‘Jika kita kurang siasat itulah tanda pekerjaan hendak sesat’,” ucap Aloysius.

Dia menegaskan, kepada oknum – oknum yang mau bermain di air yang keruh dengan memanfaatkan situasi ini, diharapkan jangan bermain – main dalam penyampaian statemen.

“Jangan memanaskan permasalahan ini yang nantinya akan menjadi besar, ibarat api yang kecil disiram dengan bensin maka akan semakin terbakar,” katanya. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.