Pemangku Kepentingan Tak Hadir, Nuryanto Tutup Rakor Terkait Konsesi ATB

by -2 views
Ketua DPRD Batam, Nuryanto Saat Rapat Koordinasi
Ketua DPRD Batam, Nuryanto Saat Rapat Koordinasi
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Ketua DPRD Batam, Nuryanto memimpin rapat koordinasi terkait konsesi antara PT ATB dengan BP Batam. Usai membuka rapat, Nuryanto langsung menutup rapat tersebut. Pasalnya, pihak Pemko Kota Batam tidak hadir.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya buka dan alhamdulillah saya tutup. Para pemangku kepentingan, pihak-pihak yang semestinya bertanggungjawab, dengan ketidakhadirannya ini, saya katakan bahwa para pemimpin kita pemimpin yang tidak bertanggungjawab,” kata Nuryanto saat rapat di ruang rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Rabu 16 September 2020.

Pada rapat koordinasi dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Wali Kota Batam, dan sejumlah pejabat lainnya ini, sebagian besar pejabat eksekutif yang diundang tidak datang menghadiri rapat.

Sedianya dalam rapat koordinasi tersebut dibahas masalah konsesi pengelolaan air bersih antara BP Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang akan berakhir tanggal 14 November 2020 nanti.

Nuryanto kecewa terhadap para pejabat pemerintah yang tidak menghadiri rapat itu. Menurutnya, mereka menganggap remeh permasalahan air di Kota Batam.

“Menurut kami DPRD, air sesuatu yang sangat penting. Tunggu tanggal main,” ujarnya.

Rapat koordinasi yang sempat dibuka dan langsung ditutup oleh Ketua DPRD Batam itu seyogianya dihadiri oleh Wali Kota Batam, Kepala BP Batam, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Ketua Tim Perjanjian Konsesi BP Batam dan PT ATB, dan pejabat Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kota Batam.

Namun, rapat hanya dihadiri oleh General Manager Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto dan Kepala Seksi Wilayah Dua BKSDA Batam, Decky Hendra Prasetya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto yang didampingi oleh Nina Mellanie B.Bus,MM, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam akan menjadwalkan rapat kembali pada hari Jumat mendatang, karena DPRD telah menerima pengaduan dari beberapa warga masyarakat terkait dengan kekisruhan antara BP Batam dan PT ATB.

“Kita tidak bisa bicara sepihak. Oleh karena itu, kita dengarkan dulu informasi dari beberapa pihak yang kita undang,” kata Nuryanto.

Melihat perkembangan berita dalam media, Nuryanto mengatakan masalah PT ATB dan BP Batam berpotensi menjadi makin kacau, tetapi disisi lain, dia tidak menginginkan warga Batam terkendala mendapatkan air bersih.

“Sebab air itu masalah hidup dan kebutuhan masyarakat Batam. Jangan sampai masyarakat kita terganggu,” katanya.

Menurut Nuryanto, sejak menjabat di DPRD Batam, dirinya tidak pernah mengetahui poin-poin isi perjanjian konsesi antara BP Batam dan PT ATB, karena selama ini DPRD tidak pernah dilibatkan. (Red/ Humas)

Sumber : hmstime.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.