Tanjungpinang, (MK) – Pemerintah pusat memastikan perubahan status kawasan perdagangan bebas FTZ menjadi Kawasan ekonomi khusus tidak akan mengganggu investasi. Bahkan, pemerintah pusat akan menambah jurus menarik investasi masuk ke Batam.
“KEK ini barang baru. Fasilitasnya tidak sama dengan KEK yang sudah – sudah,” kata Menko Ekonomi, Darmin Nasution saat sosialisasi transformasi kawasan perdagangan bebas di Swisbell, Senin (14/3).
Pernyataan ini dilontarkan Darmin menjawab keresahan para pengusaha bahwa KEK tidak lebih menarik dari pada FTZ.
Menurut Darmin, KEK memberikan puluhan insentif dan kemudahan yang tidak dimiliki FTZ. Contohnya insentif fiskal. Pemerintah akan memberikan pembebasan pajak pertambahan nilai, PPnBM, cukai, bea masuk, keringanan PBB hingga armotisasi yang dipercepat.
Belum lagi insentif dibidang moneter. Pemerintah akan memberikan subsidi bunga, fixed interest rate hingga fasilitas swap. Belum lagi beberapa kemudahan seperti kemudahan keimigrasian, kemudahan pemeriksaan karantina, pertanahan, ketenagakerjaan hingga jasa pelayaran dan pelabuhan.
“Semuanya ini akan kami berikan agar investor bisa masuk ke Batam,” ujar Darmin.
Lantas, bagaimana dengan pengusaha yang sudah menanamkan modalnya di Batam sebelum KEK berlaku? Darmin menjamin mereka akan tetap mendapat fasilitas yang sama.
“Kami menargetkan akan berlaku enam bulan lagi,” kata mantan Gubernur BI ini.
Waktu enam bulan ini, sambung Darmin, dilakukan untuk memberikan waktu kepada tim transisi melakukan audit komprehensif. Didalamnya akan dilakukan berbagai audit diantaranya audit tata ruang, audit aset dan audit hukum.
“Selama belum selesai, FTZ masih berlaku kecuali pimpinan lembaganya sudah berganti. Maka dari itu, para investor jangan khawatir,” paparnya.
Ditempat yang sama, Kapolri Jendral Badrodin Haiti mengatakan, saat ini berkembang isu liar tentang perubahan status Batam. Isu ini, kata Haiti justru berpotensi membuat pengusaha was – was menanamkan modalnya di Batam.
“Saya berharap, dengan penjelasan komprehensif ini para pengusaha juga bisa menjelaskan situasi Batam ini,” ucap Haiti.
Sehingga, kedepan kondusifitas investasi baik dari sisi keamanan dan sosialnya dapat tetap terjaga.
Senada dengan Menko dan Kapolri, Wagub Kepri Nurdin Basirun menyambut baik rencana pemerintah menyulap Batam jadi kawasan invenstasi nomor wahid. Dengan berubahnya status Batam, Nurdin berharap Batam nenjadi pendorong ekonomi kawasan tidak hanya di Kepri namun juga di Sumatera dan Indonesia.
“Kita akan dukung positif, setiap rencana pemerintah memajukan Batam dan Kepri,” ujarnya.
Acara sosialisasi ini tak hanya dihadiri Menko Ekonomi dan Kapolri. Menteri ATR, Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Wamen Keuangan Mardiasmo. (Red/Humas)
