Bintan, (MK) – Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan (PMPTSPTK) membuka pelatihan operator excavator/ backhoe loader yang dikhususkan bagi masyarakat Kabupaten Bintan.
“Pelatihan dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Bintan dengan rentang usia 18 hingga 45 tahun. Pendaftaran dilakukan di Kantor Dinas PMPTSPTK hingga 19 Februari 2018. Pelatihan juga diberikan secara gratis dan akan memperoleh sertifikat nantinya,” papar Kepala Kepala Dinas PMPTSPTK Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra, Rabu (31/1/2018).
Sementara itu, Bupati Bintan H. Apri Sujadi S.Sos saat menghadiri agenda Sembahyang Keselamatan Vihara Bhakti Sasana di Jalan Pasar Berdikari, Kota Kijang pada Selasa (30/1/2018) malam mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Bintan sedang menuntaskan beberapa permasalahan di sektor lapangan kerja.
“Sektor lapangan kerja memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah Kabupaten Bintan sendiri telah berupaya memaksimalkan beberapa potensi yang akan menyerap ribuan tenaga kerja nantinya,” ujar Apri.
Masih kata Apri, seperti halnya pemberlakuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang. Namun menurutnya hal itu tidak cukup. Terbukanya sektor lapangan kerja juga harus dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Pelatihan tersebut dibuat untuk memenuhi SDM yang memiliki keahlian khusus. Hal ini, agar kita memiliki bekal dan peluang di seluruh sektor lapangan kerja,” ucapnya.
Selain itu guna mengatasi sektor lapangan kerja, Apri juga telah menginstruksikan kepada seluruh desa agar melaksanakan pembangunan desa dilakukan melalui swadaya masyarakat desa. Dikatakannya juga, masyarakat desa yang bekerja dan terlibat langsung dalam pembangunan desa nantinya akan mendapatkan upah yang bersumber dari dana desa, sehingga akan membantu peyerapan sektor lapangan kerja.
“Penuntasan sektor lapangan kerja, juga kita harapkan melalui pembangunan infrastruktur desa yang dikelola secara swadaya dan melibatkan masyarakat desa. Berjalannya pembangunan infrastruktur di desa, maka otomatis akan menyerap banyak tenaga kerja yang bekerja pada pembangunan infrastruktur tersebut,” katanya. (Red)
