Rahma Bongkar Sindikat Penyaluran TKI Ilegal ke Malaysia

by -347 views
Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang Timur, Rahma saat mengunjungi salah satu rumah warga Kampung Sei Sudip. Foto ALPIAN TANJUNG
Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang Timur, Rahma saat mengunjungi salah satu rumah warga Kampung Sei Sudip. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma berhasil menggagalkan penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal ke Negara Malaysia melalui Tanjungpinang.

Pasalnya, keberangkatan dua calon TKI illegal asal Kota Tanjungpinang ke nagara jiran tersebut berhasil digagalkan Rahma bersama jajaran Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang, Rabu (6/4) siang.

Dalam kasus ini juga, jajaran Polres Tanjungpinang mengamankan seorang wanita India warga negara Malaysia berinisial CP yang diduga sebagai sindikat penyalur tenaga kerja ilegal di Malaysia.

Dugaan penyaluran TKI illegal ini juga berhasil dibongkar setelah adanya laporan dan informasi yang diterima Rahma dari salah seorang warga Tanjungpinang yang isterinya bekerja di Malaysia pada awal Maret 2016 lalu.

“Saya mendapat laporan dari KD, kalau isterinya yang berinisial AS tidak diperbolehkan pulang ke Tanjungpinang. AS diperbolehkan majikannya pulang apabila ada pengganti,” ujar Rahma kepada MetroKepri.co.id.

Atas laporan tersebut, Rahma langsung berkordinasi dengan pihak Polisi Sektor (Polsek) Tanjungpinang Timur dan menceritakan kronologis penyaluran AS yang bekerja di Malaysia tersebut.

“Selama bekerja di Malaysia, AS merasa ketakutan kerena passport yang dimiliki AS hanya sebulan dan tidak memiliki izin bekerja di Malaysia,” ucap Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Tanjungpinang.

Dia mengutarakan, karena passport yang dimiliki AS akan habis pada 30 Maret 2016, AS merasa ketakutan bekerja di Malaysia tersebut. Sehingga, AS melapor kepada suaminya dan meminta pulang ke Tanjungpinang.

“Namun, CP sebagai penyalur tenaga kerja tidak mengizinkan AS untuk pulang ke Tanjungpinang. Kalau pulang, majikan dan penyalur meminta harus ada pengganti yang bekerja di Malaysia,” paparnya.

Meski passport AS akan memasuki batas akhirnya, pihaknya penyalur tidak memulangkannya ke Tanjungpinang, melainkan dipindahkan kepada majikan baru di Malaysia.

“Di tempat majikan yang baru, AS dikurung dan tidak bisa kemana – mana, karena rumah majikannya tersebut dijaga ketat, dan semua pintu dikunci,” katanya.

Anggota DPRD Dapil Tanjungpinang Timur ini juga mengatakan, salah satu jalan AS keluar dan kabur dari rumah majikannya tersebut melalui jendela dan melompat pagar.

“AS berhasil kabur dan melarikan diri ke Konsulat Indonesia di Malaysia,” ucapnya.

Di kantor tersebut, kata dia, AS ditampung selama dua hari dan akhirnya dipulangkan ke Tanjungpinang dan di jemputnya di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

Meski AS berhasil kabur, CP berencana datang ke Kota Tanjungpinang guna menjemput calon tenaga kerja yang baru. Namun CP dua kali batal datang ke Tanjungpinang.

“Tadi siang (Rabu) sekitar pukul 11.00 WIB CP hendak menjemput calon tenaga kerja yang baru berinisial NA,” katanya.

Akan tetapi, keberadaan CP tersebut di Kota Tanjungpinang diketahui, sehingga Rahma melakukan kordinasi dengan pihak Polsek dan Polres Tanjungpinang.

“Sebelumnya, saya dan Polisi sudah menunggu CP bersama calon tenaga kerja illegal tersebut di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Tetapi, CP dan calon tenaga kerja ilegal tersebut gagal berangkat ke Malaysia,” paparnya.

Akan hal itu, Rahma dan pihak kepolisian mendapat informasi tentang kebaradan CP bersama calon tenaga kerja yang baru tersebut.

“Saya dan Polisi langsung mendatangi CP di Jalan Bintan. Dia (CP) ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ditangkap, CP sedang berada berasama dua calon tenaga kerja ilegal yang baru yakni, NA dan AS,” katanya.

Dia mengatakan, CP langsung dibawa polisi dan diamankan di Polres Tanjungpinang guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.