Natuna, (MK) – Kondisi Jalan Lingkar Desa Limau Manis dan Desa Tanjung, Kabupaten Natuna sangat memprihatinkan. Pasalnya, jalan yang dibangun dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Natuna tahun 2013 lalu, saat ini rusak dan berlubang.
Bahkan, jalan itu juga sudah pernah diperbaiki melalui kegiatan overlay (lapis aspal). Namun saat ini jalan aspal tersebut kembali rusak. Akibatnya, jalan tersebut memakan korban bagi pengendara roda dua.
“Kami tidak paham soal kualitas pekerjaan. Namun masak iya, belum lagi sampai 10 tahun Jalan Lingkar dua Desa ini kok sudah hancur lagi,” papar salah satu tokoh Pemuda Desa Limau Manis, Parman saat ditemui MetroKepri.co.id di Ranai, Kamis (21/ 4).
Dia mengutarakan, jalan itu juga paling rawan kecelakaan saat malam hari, karena jalan yang berlobang itu tidak kelihatan oleh pengendara.
“Akibat berlobang, jalan ini sudah makan korban. Selain itu, di lokasi jalan rusak tidak diberi tanda jalan atau rambu. Apalagi saat di malam hari, apa mesti ada korban lagi baru jalan ini diperbaiki,” ujar Parman.
Terkait kondisi jalan itu juga, pihaknya sudah memberitahukan kepada Kepala Desa setempat untuk mencari solusi dan menyampaikannya ke Pemerintah Kabupaten Natuna agar lubang – lubang yang ada di Jalan Lingkar Desa Limau Manis dan Desa Tanjung segera diperbaiki. Jika tidak segera diperbaiki akan memakan banyak korban lagi.
“Namun sampai sekarang tidak juga diperbaiki,” ucapnya.
Sejauh ini, kata dia, masyarakat menambal jalan berlubang tersebut dengan tanah. Akan tetapi, itu tidak bisa bertahan lama mengingat banyaknya kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
“Kalau bisa, Dinas PU segera menambalnya dengan aspal, sehingga jalan tersebut tidak lagi berlubang dan kembali mulus. Apalagi jalan itu menjadi akses utama warga Natuna untuk menjangkau lokasi wisata air terjun di Desa Ceruk,” katanya. (KALIT)
