Sekda: Dana PIP Bermanfaat Untuk Penunjang Pendidikan

by -212 views
by
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Didampingi Kadisdik Kota Tanjungpinang, Dadang. Foto NOVENDRA.Dok MetroKepri.com
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Didampingi Kadisdik Kota Tanjungpinang, Dadang. Foto NOVENDRA
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Didampingi Kadisdik Kota Tanjungpinang, Dadang. Foto NOVENDRA.Dok MetroKepri.com
Sekdako Tanjungpinang, Riono Saat Didampingi Kadisdik Kota Tanjungpinang, Dadang. Foto NOVENDRA. Dok MetroKepri.com

Tanjungpinang, (MK) – Sebanyak 631 siswa – siswi Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Tanjungpinang Barat mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dari 23.867 siswa SD se Kota Tanjungpinang, program bantuan PIP diberikan kepada 3.535 siswa dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga yang tidak mampu.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono M.Si menyebutkan dengan diterimanya dana bantuan PIP ini, sangat bermanfaat untuk membantu siswa – siswi dalam memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan.

“Gunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini dengan benar untuk mendukung pendidikan anak – anak ibu, misalnya membeli buku atau seragam sekolah. Jangan sampai dana ini digunakan untuk membeli pulsa,“ papar Riono saat menyaksikan proses pencairan dana KIP wilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat, di Aula Bulang Linggi Kantor Dinas Perpustakaan Daerah Kota Tanjungpinang, Selasa (15/8/2017).

Dikatakan Riono, proses pencairan dana KIP ini sudah melalui jasa perbankan, jadi banyak keuntungan dan manfaat yang didapat. Mulai dari sisi keamanannya, membantu inflasi, pengeluaran jelas, dan anak – anak punya tabungan sendiri.

“Dana bantuan ini sebaiknya diberikan menjelang masuk sekolah, jadi bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Sekarang anak – anak kita sudah mulai belajar, namun demikian dana ini bisa disimpan. Saat memerlukan, dana ini bisa digunakan,” ujar Riono.

Dia mengemukakan, kalau uang ini tidak digunakan bisa ditabung untuk kebutuhan sekolah anak – anak ibu kedepannya, jangan pula digunakan untuk hal – hal komsumtif.

Masih kata Riono, Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah memiliki data kemiskinan, data terakhir tercatat ada 8.450 keluarga miskin.

“Dana ini kita peroleh melalui kelurahan dan sudah diverifikasi melalui Dinas Sosial. Tujuan pemerintah disini supaya segala bentuk bantuan pemerintah benar – benar tepat sasaran bagi mereka yang berhak menerimanya,” ucap Riono.

Pegawai negeri tertinggi di Pemerintah Kota Tanjungpinang ini juga berharap pencairan dana ini bermanfaat dan betul – betul digunakan untuk keperluan sekolah. Dikesempatan itu juga, Riono mengucapkan terimakasih kepada Mendikbud dan pihak terlibat.

“Mudah – mudahan kegiatan ini dapat terlaksana dengan sebaik – baiknya. Untuk Kota Tanjungpinang sendiri, mudah – mudahan pencairan ini disusul dengan kecamatan lainnya,” kata Riono.

Dikesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs. HZ. Dadang AG mengatakan program Indonesia Pintar ini merupakan program Presiden Joko Widodo untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak – anak dari keluarga kurang mampu agar bisa terus mengikuti proses pembelajaran hingga sekolah tingkat atas.

“Jadi tidak ada anak – anak Indonesia yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” ujar Dadang.

Dia mengutarakan, dari 23.867 siswa – siswi SD se Kota Tanjungpinang yang baru tercatat sebanyak 3.535 penerima program PIP dari data 5 SK yang dikeluarkan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. Namun sampai akhir 2017 ini akan ada lagi SK setelah 5 SK ini.

“Pencairan dana 3.535 penerima program ini harus tuntas hingga 30 Agustus mendatang melalui BRI. Untuk 631 orang penerima di Kecamatan Tanjungpinang Barat, BRI membuka 6 counter untuk pencairan dana dan 1 counter khusus menabung,” ucapnya.

Dengan program ini, Dadang berharap kepala sekolah harus cermat melihat siswa – siswinya mana yang layak dan tidak layak menerima bantuan ini. Oleh karena itu kepala sekolah harus koordinasi dengan lurah agar dana ini benar – benar tersalurkan bagi yang berhak menerimanya,” kata Dadang.

Melalui program ini, mudah – mudahan dapat menggairahkan semangat sekolah, semangat belajar dan menggalakkan anak – anak untuk terbiasa menabung.

“Manfaatkanlah dana Rp450.000 ini untuk kepentingan sekolah,“ pesan Dadang kepada orang tua murid.

Sementara, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Agus Supriyatna mengatakan program ini diperuntukkan bagi siswa – siswi yang menemukan kendala dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya, seperti kendala membeli pakaian sekolah, buku, dan lainnya.

“Dana ini kita cairkan melalui perbankan. Untuk besaran dana program PIP yang diterima oleh 3.535 siswa SD se Kota Tanjungpinang masing – masing berjumlah Rp450.000 per tahun dan Rp225.000 per semester berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud,” ucapnya.

Dari proses pencairan saat ini, dirinya melihat BRI membuka 6 counter, mudah – mudahan pencairan uang dari 631 penerima di Kecamatan Tanjungpinang Barat ini dapat berjalan lancar.

“Semoga program ini bisa memberikan semangat kepada siswa untuk lebih semangat lagi sekolah dan belajarnya,“ ujarnya.

Diacara itu juga turut hadir Pimpinan Bank BRI, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Agustiwarman, Camat Tanjungpinang Barat beserta jajaran Lurahnya, Kepala Sekolah, para Guru, dan orang tua murid penerima program Indonesia Pintar. (Red/ Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.