Sidang Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur, Terdakwa Tak Ditahan

by -184 views
Sidang penganiayaan anak dibawah umur di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang
Sidang penganiayaan anak dibawah umur di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sidang kasus penganiayaan anak dibawah umur kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (8/10/2019).

Sidang dengan agenda menjawab esepsi dari kuasa hukum terdakwa Supriyanto dibacakan oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang Zaldi Akri.

Dalam pembacaan jawaban esepsi kuasa hukum terdakwa, JPU tetap dengan dakwaan awalnya dan meminta kepada Majelis Hakim membatalkan esepsi tersebut.

Seperti yang dikutip oleh salah satu media online prokepri.com, dalam dakwaan yang dibacakan JPU pengganti Zaldi Akri menguraikan bahwa terdakwa Supriyanto melakukan perbuatannya pada Rabu tanggal 17 April 2019, dimana kejadian tersebut bermula ketika anak saksi korban berada di mushola Miftahul Fallah sekira pukul 18.30 wib diajak oleh saksi satu dan saksi dua untuk pergi kerumah anak terdakwa untuk menanyakan kenapa setiap korban membawa motor selalu dihadang, lalu oleh anak terdakwa mengatakan bahwa kau bawa motor sengak

Setalah kejadian tersebut terdakwa keluar dari rumahnya, kemudian melayangkan tendangan kepada korban PP namun dapat dielak, lalu kemudian terdakwa kembali melayangkan pukulan dengan cara meninju dan mengenai hidung korban.

Tak berhenti disitu, terdakwa kembali melakukan tendangan dan mengenai punggung korban, lalu terdakwa memukul menggunakan kayu, lalu ditangkis oleh korban dengan menggunakan tangga.

Usai memukul dengan kayu, terdakwa kembali menendang dan mengenai punggung dan terahir terdakwa menghantukan kepalanya kepada muka korban.

Atas perbuatan terdakwa, korban yang masih duduk di bawah bangku sekolah menengah pertama ini mengalami luka memar dibagian hidung, tangan dan punggung

“Berdasarkan surat visum yang dikeluarkan oleh RSUD Raja Ahmad Thabib, korban mengalami luka memar dibagian hidung, memar dibagian mulut, memar dibagian tangan dan punggung,” ucapnya membacakan.

Bahkan terdakwa sempat mengeluarkan kata-kata tak senonoh terhadap korban, dengan kata-kata “Dasar anak An****”.

Bahwa  Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam  Pasal 80 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002.

Akhirnya sidang ditunda dan kembali digelar pada Selasa (15/10/2019) mendatang dengan agenda pendengaran risalah oleh Kuasa Hukum Supriyanto.

Inilah Supriyanto yang didakwa menganiaya anak dibawah umur oleh JPU Kejari Tanjungpinang
Inilah Supriyanto yang didakwa menganiaya anak dibawah umur oleh JPU Kejari Tanjungpinang

Namun, anehnya terdakwa Supriyanto tidak dilakukan penahanan oleh Majelis Hakim sejak sidang perdana dimulai.

Akan hal tersebut, Ibunda kandung korban FP Reni sangat kecewa akan penegakan hukum di Tanjungpinang. Pasalnya, anaknya tersebut menderita sakit di hidungnya sampai dua bulan.

“Dia selalu mengeluh kalau bernafas dan selalu pusing sehingga saat menerima pelajaran di sekolah tidak maksimal,” terangnya.

Reni berharap, ada keadilan untuk anaknya yang mengalami penganiayaan berat oleh terdakwa Supriyanto. Dan, Dia juga berharap, pelaku dihukum yang seberat-beratnya oleh Majelis Hakim.

“Saya heran, kenapa pelaku tidak ditahan sampai sekarang. Apakah tidak ada keadilan untuk anak saya,” ungkapnya dengan nada kecewa. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.