Sosialisasi Germas, Wabup Inginkan Masyarakat Natuna Berperilaku Hidup Sehat

by -252 views
by
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Saat Sosialisasi Germas. Foto ILHAM
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Saat Sosialisasi Germas. Foto ILHAM
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Saat Sosialisasi Germas. Foto ILHAM
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Saat Sosialisasi Germas. Foto ILHAM

Natuna, (MK) – Wakil Bupati (Wabup) Natuna Ngesti Yuni Suprapti membuka sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Aula Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (11/9/2017) pagi.

Pada sosialisasi itu juga turut hadir Kadisnaker Kabupaten Natuna Abdul Gani, sejumlah staf, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menginginkan masyarakat yang ada di Kabupaten Natuna harus berperilaku hidup sehat.

“Kalau masyarakat kita yang ada di Natuna ini berperilaku hidup sehat, maka akan berdampak pada kesehatan dan terciptanya lingkungan yang bersih sehinga tercapainya produksi masyarakat. Sehingga tingkat biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang,” papar Ngesti.

Masih kata Ngesti, sosialisasi Germas ini juga diharapkan dapat disampaikan keseluruh lapisan masyarakat yang ada di Natuna. Baik di lintas sektor pemerintah daerah, swasta, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Wakil Bupati Natuna ini.

Dikesempatan itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Rizal Rinaldy S.Si.T.M.Kes menyampaikan dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat sejak dini yang mengetahui pentingnya perilaku menjaga serta memelihara kesehatan.

“Masyarakat Natuna khususnya, Indonesia umumnya agar selalu menjaga fisik dengan banyak berolahraga dan membiasakan banyak makan sayur dan buah – buahan,” ucap Rizal.

Dia mengemukakan, masyarakat juga dianjurkan selalu memeriksakan kesehatan secara rutin ke Puskesmas – Pukesmas atau rumah sakit terdekat.

“Dengan menjaga pola hidup sehat, akan mengurangi pengurusan uang kantong dan uang BPJS di masa mendatang,“ katanya.

Selain itu, kata Rizal, peningkatan penyakit pada masyarakat
selalu meningkat. Hal itu dibuktikan dari survei pada tahun sebelumnya yang mana angka penyakit gula di Indonesia masih level 16, sedangkan pada tahun 2017 ini sudah menjadi peringkat level ke 5 di dunia dan disusul penyakit strok serta kolesterol yang juga selalu menunjukkan peningkatan pada setiap tahunnya.

“Maka, pemerintah menghimbau agar masyarakat membuka kesadaran sejak dini, agar terhindar dari permasalahan tersebut,” ucapnya. (ILHAM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.