Tanjungpinang, (MetroKepri) – Selama kurang lebih 1,5 tahun Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi S.IK.,MH memimpin jajaran Kepolisian di Tanjungpinang mendapat tanggapan dan pandangan positif dari masyarakat.
Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama sampai tokoh pemuda Tanjungpinang menanggapinya sesuai dengan isi hati mereka masing-masing.
Hadi Mulyanto salah satunya, warga Tanjungpinang yang juga anggota Kombesgor Kepri sangat apresiasi kepada Kapolres Tanjungpinang terkait kinerjanya yang selalu peduli akan lingkungan.
“Membudayakan, memaksimalkan kembali lingkungan bersih adalah sangat luar biasa. Dan, kita kiranya mampu turut berpartisipasi maksimal,” katanya kepada awak media ini, Senin (1/7/2019) melalui pesan singkat di Grup WhatsApp.
Tanggapan lain juga diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat yang juga Ustad di salah satu Surau di Tanjungpinang Ustad Muhammad Munirul Ikhwan.
“Kapolres Tanjungpinang, orangnya berjiwa sosial tinggi, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, responsif terhadap masalah-masalah kemasyarakatan,” ujarnya.
Selain itu, dihari yang sama, salah satu tokoh pemuda Tanjungpinang Shandy Faisal yang biasa disapa Ichai mengatakan, kesederhanaan serta jiwa sosial kapolres Tanjungpinang yang membuat kita salut sebagai masyarakat.
“Karna seperti yang kita tau kapolres yang akrab kita panggil Abang ini juga merupakan cerminan Polisi modern nan bersahaja di Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut pemuda kelahiran Tanjungpinang ini, program-program Beliau (Kapolres Tanjungpinang) sebagai pihak keamanan dan dedikasi beliau harus kita apresiasi dengan baik.
“Dari mulai pengaman Pemilu dan pengaman hari-hari besar cukup luar biasa dalam mengerahkan seluruh jajarannya demi menciptakan keamanan di Tanjungpinang,” ucap Ichai apa adanya.

Sementara itu, selain tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda, Direktur Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air, Lingkungan dan Manusia (Alim) Provinsi Kepri Kherjuli, yang bergerak dibidang Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini mengutakaran, di mata dan hatinya, Kapolres Tanjungpinang berbeda dengan yang lain. Terutama dalam menyikapi persoalan daya rusak air, seperti banjir, longsor dan kekeringan di wilayah kerjanya.
“Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri. Saya berada di TKP. Tragedi meninggalnya bocah dekat Sungai di belakang jalan Kuantan. Beliau ikut mencari korban dan menelusuri Sungai, dengan berpakaian seragam dinasnya,” ucapnya.
Tidak hanya itu saja lanjut Kherjuli, tempat lainnya juga Seperti TKP banjir di batu 7, Km 9, Yudowinangon dan tempat lainnya.
“Saya baru pertama kali menemukan sosok Kapolres seperti itu. Aktif dan mau turun ke lokasi daya rusak air yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun benda. Beliau juga sangat responsive dengan para Aktivis Lingkungan. Mau berdialog dan mendengar berbagai masukan,” katanya terkesan.
Untuk diketahui, tambah Kherjuli, pihaknya punya catatan tentang kepedulian Kapolres terkait sumberdaya air dan Lingkungan Hidup.
“Kami tengah menunggu moment, untuk mengusulkan beliau sebagai penerima apresiasi Sumberdaya Daya Air atau Lingkungan Hidup,” ungkapnya. (*)
Penulis: Novendra
