Tanjungpinang, (MK) – Tidak adanya realisasi tentang revitalisasi atau pelestarian Cagar Budaya yang di gadang – gadangkan pada tahun 2015 lalu.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang merasa yakin dapat mencapai target wisman.
Dari data Disparbud Kota Tanjungpinang, kunjungan wisatawan asing ke Tanjungpinang hanya mencapai target sekitar 10 persen. Jumlah itu, hanya saat event – event tertentu yang sedang berlangsung seperti Festival Sungai Carang dan Festival Pulau Penyengat.
“Kita mencatat pada tahun 2016 lalu, total wisman yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang mencapai 92 ribu orang, dan pada tahun ini hingga Agustus 2017 sudah hampir mencapai 70 ribu wisatawan asing. Itu gencarnya pada saat Tanjungpinang mengadakan acara event, dan target kita pada tahun 2017 ini sekitar 103 ribu wisatawan,” papar Kabid Destinasi dan Promosi Disparbud Kota Tanjungpinang, Riva Hariani, Selasa (26/9/2017).
Dia mengutarakan, untuk wisata sejarah mengalami kemunduran, karena Situs Cagar Budaya yang ada saat ini belum direvitalisasi karena terkendala anggaran.
“Kalau dari situs sejarah memang terlihat jelas bahwa ada kemunduran yang signifikan, sehingga tidak ada wisatawan yang mau berkunjung ke situs sejarah, kecuali ke Penyengat saja. Kalau di situs yang lain belum sempat di revitalisasi karena masih terkendala di anggaran,” ujarnya.
Selain menyediakan destinasi wisata, kata dia, Disparbud Kota Tanjungpinang terpaksa mengalihkan perhatian wisatawan kepada event – event yang ada.
“Sementara ini, kita arahkan ke event acara saja, ya dimana kita gelar acara di tempat yang strategis,” katanya.
Selain itu, pihaknya yakin akan mencapai target kunjungan wisatawan meski tanpa destinasi situs sejarah.
“Ya tidak lama lagi ada pagelaran festival bahari dan lomba perahu naga. InsyaAllah, tanpa melalui situs sejarah kita mampu mencapai target,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
