Oleh : Muh Arifin
Opini, (MetroKepri) – Virus Corona menjadi semakin hangat dalam perbincangan media masa dan sosial. Pasalnya setelah dua orang dari Depok terditeksi positif terjangkit Virus Corona, hal ini jelas sebagai warning bagi Indonesia dan secara tidak langsung menunjukkan posisi negara Indonesia dalam penyebaran Virus Corona semakin dalam bahaya.
Begitu juga respon yang ditunjukkan oleh pemerintah Austalia yang dilangsir dibeberapa media mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia masuk dalam daftar negara yang diwaspadai Virus Corona.
Worldometers.info mengabarkan korban sampai dengan tanggal 3 Maret 2020 sudah mencapai 3.119 dari total terinfeksi 90.320 warga dunia dan Iran menjadi negara kedua korban jiwa terbanyak setelah Tiongkok. Bahkan saat ini penyebarannya sudah tembus mencapai 73 Negara termasuk negara tercinta Indonesia.
Penyebaran atau terjangkitnya Virus Corona kepada warga Indonesia tidak dapat dipungkiri, hal itu terjadi karena adanya warga negara Indonesia yang berada diluar negeri dan tidak lepas juga adanya pendatang turis atau wisatawan yang positif terkena virus corona kemudian datang ke Indonesia sehingga menularkan. Seperti halnya yang terjadi di Depok, terjangkit dari kunjungan turis Jepang yang bertempat di Malaysia.
Berbicara soal turis manca negara maka secara teoritis dalam kacamata ekonomis ini suatu yang mengutungkan baik yang langsung berdampak kepada masyarakat ataupun yang tidak.
Dampak ekonomi secara langsung misalnya masyarakat akan terdorong membuka bisnis untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan atau dengan adanya turis akan menjadi peluang bagi pasar lokal atau tradisional yang ada di daerah.
Secara tidak langsung negara akan memperoleh pendapatan negara bukan pajak dari visa asing, sekalipun saat ini dengan kebijakan pemerintah pembebasan visa di beberapa negara telah menurunkan pendapatan negara bukan pajak, tetapi disisi lain telah meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata karena strategi bebas visa menjadi strategi yang cukup berhasil dalam mendongkrak kunjungan wisatawan.
Terlepas dari itu, ramainya pengunjung wisata di Indonesia harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat dalam menyikapi kondisi hari ini. Penyebaran Virus Corona harus menjadi pertimbangan pemerintah pusat agar tidak sembarangan menerima turis asing ke Indonesia. Sekalipun dalam kacamata ekonomi menguntungkan, tetapi kebijakan pemerintah harus melihat lebih kompleks akan dampak dari kunjungan turis yang berpotensi teriveksi Virus Corona.
Oleh karena itu secara praktis pintu masuk turis ke Indonesia harus mendapatkan perhatian serius. Misalnya dengan melakukan cek kesehatan bagi setiap wisatawan asing yang datang ke Indonesia sebelum nantinya mereka berkunjung bebas di Indonesia.
Kebijakan ini penting diambil dan dikawal secara ketat agar masuknya turis asing betul-betul dapat terditeksi dan telah mendapatkan cek kesehatan terlebih dahulu, sehingga pemerintah tidak perlu menutup akses para turis ke Indonesia.
Sekalipun turis kunjungannya meningkat ke Indonesia atau bahkan menurun kunjungannya ke Indonesia, keselamatan warga negara Indonesia haruslah menjadi proritas bagi pemerintah dalam mengambil langkah-langkah kebijakan. Tidak cukup hanya pertimbangan ekonomis (keuntungan) tetapi kesehatan dan keselamatan bagi seluruh warga negara Indonesia jauh lebih penting.
Bahkan sebenarnya apabila pemerintah gagal untuk mengantisipasi ini, justru untuk menanggulangi pemulihan kesehatan juga menjadi pengeluaran bagi negara.
Sebenarnya saya menilai langkah apa saja yang diambil oleh negara terkait virus corona misalnya menutup akses dari salah satu negara untuk ke Indonesia maka negara tersebut juga mengerti karena ini persoalan keselamatan nyawa manusia.
Jadi pemerintah Indonesia tidak perlu ragu untuk mengambil keputusan strategis khususnya dalam menyikapi persoalan antisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. (*)
Penulis : Muh. Arifin
Aktivis Eks Ketua Umum HMI Cab. Tanjungpinang-Bintan 2018-2019
