8.623 Napi Dapat Remisi Natal Tahun 2015

by -239 views

Tanjungpinang, (MK) – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyebutkan, 8.623 orang Narapidana (Napi) yang beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se Indonesia mendapat remisi khusus (RK) Natal Tahun 2015.

“Dari 8.623 Napi tersebut, diantaranya ada yang mendapat RK I dan RK II pada perayaan Natal Tahun 2015 ini,” ujar Kabag Humas Ditjen PAS, Akbar Hadi saat dihubungi metrokepri.co.id melalui telepon selulernya, Jumat (25/12).

Dari 8.623 napi tersebut, kata Akbar, 8.513 napi menerima remisi khusus (RK) I dan 110 orang menerima RK II.

“Untuk RK I, besaran pengurangan hukuman yang diterima napi tersebut bervariasi, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan dua bulan,” paparnya.

Masih kata Akbar, untuk penerima RK II ada sebanyak 110 orang napi dan mereka dipastikan dapat menghirup udara bebas setelah menerima remisi khusus (RK) II saat perayaan Natal 25 Desember Tahun 2015 ini.

“Sedangkan, penerima remisi Natal terbanyak berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur, yakni 1.755 narapidana, diikuti wilayah Sumatera Utara sebanyak 1.595 narapidana, dan urutan ketiga adalah wilayah Sulawesi Utara berjumlah 887 narapidana,” katanya.

Dia mengemukakan, wargabinaan yang menghuni 477 Lapas dan Rutan se – Indonesia berjumlah 176.413 terdiri dari narapidana berjumlah 118.390 orang dan tahanan sebanyak 58.023 orang.

“Dari 8.513 narapidana yang menerima RK I, 2.323 orang menerima remisi 15 hari, 5.108 orang menerima remisi 1 bulan, 866 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 216 orang menerima remisi 2 bulan,” ucapnya.

Sedangkan, kata dia, dari 110 narapidana yang menerima RK II, 45 orang langsung bebas usai menerima remisi 15 hari, 53 orang menerima remisi 1 bulan, dan 12 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari.

Kabag Humas Ditjen PAS ini juga mengatakan, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang – Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Perubahan pertama, Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2006, Perubahan kedua, Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden No. 174 /1999 tentang remisi.

“Remisi khusus (RK) hari raya terdiri dari dua kategori, yaitu RK I diberikan kepada narapidana yang setelah mendapatkan RK masih menjalani sisa pidana dan RK II dimana narapidana langsung bebas pada usai pemberian remisi,” katanya.

Masih kata Akbar, remisi khusus Natal diberikan kepada narapidana beragama Kristen ini juga, mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas/ Rutan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.