Lingga, (MK) – Warga Desa Tanjung Lipat Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga mengeluhkan ketersedian air bersih di lingkungannya. Pasalnya, air bersih di desa tersebut sejak 10 tahun silam tidak pernah menyalir lagi.
“Sebelumnya, 10 tahun silam sudah diadakan proyek sumur bor dan pengerjaannya sudah selesai. Tetapi tidak beroperasi,” ujar seorang warga Desa Tanjung Lipat, Irawan kepada MetroKepri.co.id, Minggu (17/4).
Akan hal itu, kata dia, selama 10 tahun ini warga harus menyeberang mengambil air bersih di Pulau Yong, yang berada di seberang Pulau Desa Tanjung Lipat.
“Sesekali kami menggunakan sampan untuk mengambil air bersih di Pulau Yong itu,” paparnya.
Dia mengutarakan, apabila ketersedian air bersih di Pulau Yong habis, warga harus mengambil air di Pulau Tapai.
“Ya, kalau di Pulau Yong habis, kami harus mengambil di Pulau Tapai. Jaraknya lebih jauh lagi, karena pergi kesana memakan waktu lebih kurang 30 menit,” ucapnya.
Oleh karena itu, warga di Pulau Lipat meminta peran pemerintah agar memperhatikan kebutuhan masyarakat di desanya.
“Ya, kami sebagai warga desa disini meminta Pemerintah Kabupaten Lingga atau Pemerintah Provinsi Kepri, agar memberikan bantuan, setidaknya desa kami diperhatikan,” katanya. ( YUDIYANTO)
