Natuna, (MetroKepri) – Ketua Dewan Pimpinan Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK Apindo) Kabupaten Natuna, Cucu mengatakan ketika tol laut perdana hadir di Kabupaten Natuna, ia bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna, sekarang namanya menjadi Disperindagkop melakukan penyambutan di Pelabuhan Selat Lampa.
“Tujuan pemerintah pusat bagus agar tidak menciptakan disparitas harga di daerah. Tapi kenyataannya, di Ranai Ibukota Kabupaten Natuna, dari segi biaya tidak tercover dengan besarnya biaya yang dikeluarkan ketika barang harus diambil dari Pelabuhan Selat Lampa. Pembahasan ini sudah disampaikan oleh DPK Apindo Natuna dengan Disperidagkop Natuna dan pusat,” papar Cucu saat dijumpai di Kantor DPK Apindo Natuna, Kamis 12 September 2019.
Cucu melanjutkan, untuk biaya transportasi mengangkut barang dari Selat Lampa ke Ranai dengan memakai lori, harus mengeluarkan biaya 700 ribu, sehingga tidak cocok. Satu lori bisa mengangkut barang sebanyak 4 ton.
“Kalau tol laut masuknya di Pelabuhan Penagi, mungkin biayanya lebih murah dibanding kapal-kapal swasta, tapi tol laut tidak bisa masuk ke Pelabuhan Penagi karena kapasitas tol laut cukup besar, beda dengan Pelabuhan Penagi, biaya lori hanya sekitar 175 ribu,” katanya.
Mengenai harga barang pokok dan harga barang pokok penting yang ada di Ranai, cucu menjelaskan tidak ada regulasi yang mengaturnya karena harga dimonitor langsung oleh Disperindagkop Natuna. Selain itu, sudah ada satgas pangan yang ikut memonitor kalau ada gejolak pasar.
“Untuk perdagangan, yang punya kapal pribadikan bebas mengangkut barang. Saat ini, harga barang-barang di Ranai tidak menampakkan gejolak. Mana berani lagi pengusaha untuk macam-macam, seperti stok barang. Disperindagkop Natuna selalu menghimbau agar jangan terjadi kelangkaan barang-barang, saya kira Natuna ini masih amanlah,’ katanya.
Ia berharap, kedepannya, tol laut bisa bersandar di Pelabuhan Penagi sehingga tujuan dari pemerintah untuk mencegah disparitas harga bisa tercapai, mengingat jarak antara Pelabuhan Penagi dengan Ranai dekat. (Manalu)
