Tanjungpinang, (MK) – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya menyebutkan, pengusaha Singapura cukup berminat berinvestasi di Kepulauan Riau, terutama di Batam, Bintan dan Karimun yang ditetapkan sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
“Investasi selama lima tahun terakhir di Kepri didominasi investor dari Singapura, peringkat kedua Malaysia, dan ketiga Jepang,” ujarnya saat berdialog dengan Gubernur Kepri H.M Sani di Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (19/3).
Ngurah mengemukakan, Dubes Indonesia untuk Singapura baru – baru ini membentuk forum membahas investasi dengan tujuan mendeteksi berapa banyak investor yang tertarik berinvestasi di Indonesia, khusus Kepri, provinsi yang berdekatan dengan negara itu.
Peserta pada kegiatan yang diselenggarakan di Singapura itu diselektif, sehingga yang hadir hanya pengusaha besar.
“Dari kegiatan itu, kami mendapat informasi ada investor yang akan berinvestasi sebesar 1,8 juta dolar Amerika di Indonesia. Kepri berpeluang mendapatkan investasi itu,” katanya.
Terkait FTZ di Batam, Bintan dan Karimun, Ngurah mengatakan pengusaha di Singapura yang berinvestasi di kawasan itu menyambut positif Kepres Nomor 8/2016. Peraturan itu dapat meningkatkan daya saing di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Kepri.
“Pengusaha Singapura yang kami temui menyambut baik deregulasi investasi, penghapusan beberapa ketentuan dari daftar negatif investasi,” katanya.
Dubes juga menawarkan diri akan memfasilitasi Gubernur Kepri HM Sani bila ingin melakukan pertemuan dengan Pemerintah Singapura dalam rangka meningkatkan kerja sama di berbagai sektor.
“Kami akan fasilitasi rencana Menlu Singapura ke Batam untuk bertemu dengan Gubernur Kepri dalam waktu dekat,” ucapnya.
Sementara itu Sani mengatakan hubungan Singapura dan Kepri cukup baik. Kerja sama di berbagai sektor terutama industri, perikanan dan pariwisata berjalan dengan baik.
“Investasi terbesar di Kepri dan jumlah wisman paling banyak berkunjung ke Kepri dari Singapura,” katanya. (ANT)
