LSM Pertanyakan Pernyataan Nyanyang Terkait Limbah Dijadikan Batako Tidak Masalah

by -198 views
Batako Yang Dibuat Dari Limbah. Foto JIHAN..
Batako Yang Dibuat Dari Limbah. Foto JIHAN..
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Pernyataan Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris tentang limbah dijadikan batako tidak masalah, menuai pertanyaan dari Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Pemerati Lingkungan Hidup (LSM AMPUH), Budiman Sitompul.

Dia juga mempertanyakan Ketua Komisi lll DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris kenapa enteng sekali terkait limbah spean blaching heart (SBE) dan limbah batu bara yang dijadikan batu batako sebagai dinding rumah yang baru – baru ini telah digunakan oleh masyarakat Batam.

“Limbah Haki Gren adalah sisa dari pada proses industri oksigen dan mengasilkan karbit. Sememestinya Haki Gren harus mengelola bukan hanya untuk membuat batako, tetapi bisa juga membuat paving blog dan apabila dibuat batako perlu kajian ulang yang lebih serius lagi oleh KLH,” papar Budiman kepada MetroKepri melalui pesan whatsappnya, Kamis (15/11/2018).

Hal itu, kata dia, agar hasil pembuatan batako dari bahan baku limbah karbit tersebut tidak membahanyakan lingkungan ataupun yang menggunakannya. Baik itu untuk membangun rumah maupun gedung.

“Kenapa pernyataan Ketua Komisi lll DPRD Kota Batam itu kok enteng sekali menjawab,” ujarnya.

Batako Yang Dibuat Dari Limbah. Foto JIHAN
Batako Yang Dibuat Dari Limbah. Foto JIHAN

Dia mengemukakan, dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Kota Batam terkait perijinan pengumpulan serta pemanfaatan limbah karbit di gudang KPLI didaerah Kabil milik PT. Desa Air Cargo yang sekarang beralih ke perusahaan Haki Gren.

“Yang menjadi persoalannya, ijin pengelolahan limbah karbit tersebut masih dalam proses pengurusan dan masalah pengumpulannya sudah hampir sekitar 20 tahun ditumpuk di gudang KPLI. Kalau seperti itu kan bisa dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup langsung ke tanah dan air, karena limbah karbit mengandung asam sulpat yang tinggi,” ucapnya.

Padahal, kata dia, waktu RDP di Komisi III salah seorang Anggota Dewan mengatakan agar limbah karbit itu segera dikirim secepatnya ke Cilingcing dalam jangka waktu 3 bulan terhitung dari RDP.

Selain itu, LSM AMPUH juga pernah menyuratin, meng KIP kan Haki Gren dan BP Batam tentang keberadaan limbah karbit yang sudah menggunung tinggi melewati masa ijin perpajangan per 6 bulan ataupun per tahun yang diatur di UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup.

“Justru itu, kita (LSM AMPUH) mempertanyakan siapa yang sebenarnya yang bertanggungjawab atas keberadaan limbah karbit tersebut,” katanya.

Masih kata dia, apakah BP Batam sebagai peyedia lahan atau Haki Gren sebagai pengangkut pengumpul pemanfaatan pengelolah.

“Ada dugaan permasalahan limbah karbit dengan dinas terkait yang dulunya bernama BAPEDALDA berganti nama DLH dibawah kepemimpinan dan tanggungjawab Ir. Dendi Purnomo melakukan pembiaran tanpa kontrol ataupun croscek ke gudang KPLI Kabil,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris menyebutkan limbah yang dijadikan batako tersebut boleh digunakan dan itu tidak jadi masalah, karena itu sudah diuji lab oleh pihak Scopindo.

“Hal itu juga sudah tidak ada lagi kadar bionya limbah yang dijadikan batako itu,” papar Nyanyang.

Masih kata dia, selagi mengikuti prosedur yang ada, tidak apa – apa.

“Yang mematuhi aturan lingkungan hidup itu harus ditanyakan ke masing – masing perusahan limbah sebagai ijin pemanfaatan. Bisa checking di KPLI, perusahaan mana saja yang mempunyai dan memproduksi batako tersebut, ucapnya. (*)

Penuilis : JIHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.