Pemerintah Taburkan 284,9 Ton Garam Untuk Hujan Buatan

by -196 views
Hujan-Buatan
Hujan-Buatan

Tanjungpinang, (MK) – Kombinasi antara hujan buatan dan hujan alam yang turun cukup merata di Sumatera dan Kalimantan selama 26 – 30 Oktober 2015 menyebabkan semua indikator seperti jumlah hotspot, jarak pandang dan kualitas udara menunjukkan kondisi yang membaik secara signifikan dan hotspot menurun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, sebelumnya jumlah hotspot mencapai ribuan, ‎misal 2.218 hotspot di Indonesia pada 24 – 10 – 2015. Namun Sabtu (31 – 10 – 2015) hanya 402 hotspot.

“‎Begitu pula jarak pandang, jika sebelumnya rata – rata kurang dari 500 meter. Saat ini sudah menjauh. Pagi ini di Padang 4 km, Pekanbaru 7 km, Jambi 2,8 km, Palembang 800 m, Pontianak 2 km, Palangkaraya 1,5 km, dan Banjarmasin 6 km,” ucap Sutopo, Sabtu (31/10).

Dia melaporkan, indeks kualitas udara‎ (PM10) yang sebelumnya banyak kota sering level berbahaya, pada hari ini (Sabtu) kota – kota di Sumatera dan Kalimantan berada pada level baik – sedang.

Sesuai dengan prediksi BMKG, bahwa 26 – 31 Oktober 2015, hujan dan awan – awan potensial banyak di Sumatera dan Kalimantan. Untuk mempercepat dan meningkatkan intensitas hujan, maka pemerintah mengintensifkan operasi hujan buatan.

“Presiden Joko Widodo telah memerintahkan hujan buatan ditingkatkan saat banyak awan seperti sekarang. Bahkan TNI AU akan mengirim pesawat Hercules C – 130 untuk hujan buatan tersebut.,” katanya.

Empat pesawat terbang yaitu 3 pesawat Casa dan 1 pesawat CN – 295 terus terbang melakukan penyemaian awan. Pesawat ditempatkan di Pekanbaru, Palembang, Pontianak dan Palangkaraya.

Sejak Juni lalu hingga saat ini, sebanyak 284,9 ton garam (NaCl) sudah ditaburkan ke dalam awan. ‎Hujan buatan dilakukan oleh BPPT, BNPB, TNI AU dan KLHK.

Garam dapur (NaCl) dengan butiran sangat kecil ditaburkan pada awan – awan Cummulus. ‎Butir NaCl bersifat higroskopis yang menyerap butir – butir air dalam awan sehingga bertambah besar ukuran butirnya. Adanya proses tumbukan dan penggabungan di dalam awan menyebabkan turunnya hujan. (RED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.