Tak Bayar SPP, Ijazah Siswa SMKN 2 Tanjungpinang Ditahan

by -476 views
by
Gedung SMKN 2 Tanjungpinang. Foto NOVENDRA
Gedung SMKN 2 Tanjungpinang. Foto NOVENDRA
Gedung SMKN 2 Tanjungpinang. Foto NOVENDRA
Gedung SMKN 2 Tanjungpinang. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Tidak sanggup membayar SPP, ijazah seorang siswa SMKN 2 Tanjungpinang, Amir Husin ditahan oleh pihak sekolahnya hingga saat ini. Hal itu juga dikeluhkan oleh orang tua Amir Husin, Siregar.

Pasalnya, dengan tidak memiliki ijazah, Amir Husin tidak bisa berbuat apa – apa hingga saat ini.

“Sudah enam bulan anak saya lulus, tetapi ijazah anak saya tidak diberi sampai sekarang,” ujar Siregar kepada MetroKepri.com di Jalan RE Martadinata KM 6 Tanjungpinang, Rabu (22/3/2017).

Dia mengutarakan, alasan pihak sekolah menahan ijazah anaknya karena tidak punya uang untuk membayar SPP. Padahal, anak bersarta keluarganya mempunyai surat keterangan tidak mampu.

“Alasannya, hanya karena kami tidak punya uang. Sementara, kami punya surat keterangan tidak mampu. Tetapi, pihak sekolah masih menahan ijazah anak saya,” ucapnya.

Selain itu, dengan kondisi Siregar yang mengalami sakit struk, dirinya tidak sanggup pergi ke SMKN 2 Tanjungpinang untuk mengurus permasalahan ijazah anaknya tersebut.

“Kondisi saya seperti ini, sudah tidak mungkin saya bisa mengurus itu. Mas sendirikan sudah melihat keadaan saya. Karena saya melihat ada tulisan Metrokepri.com Tajam Dan Teraktual, maka saya menyampaikan permasalahan ini dan minta tolong dengan MetroKepri,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Kepala SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Delisbeth saat dikonfirmasi MetroKepri.com mengaku baru menjabat Kepsek.

“Kalau misalnya orang tua murid tersebut tidak mampu, kita akan berikan solusi yang terbaik untuk anak tersebut. Mungkin, orang tuanya belum pernah ketemu sama saya. Karena, selama saya menjabat belum pernah orang tua anak itu ketemu dengan saya,” ujarnya.

Dikesempatan itu juga, Bendahara SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Mey membenarkan kalau Amir Husin belum membayar SPP selama 10 bulan. Dia juga mengaku kalau Amir sudah memberikan surat keterangan tidak mampu, tetapi pemerintah belum membayar ke sekolah.

“Kita butuh operasional, pemerintah belum membayar. Kewajiban sudah kita berikan ke Amir, seharusnya Amir berikan dong kewajibannya sebagai siswa, baru kita serahkan ijazahnya,” katanya. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.