Tanjungpinang, (MK) – Kabar para karyawati Swalayan Pinang Lestari tidak diperbolehkan menggunakan jilbab, membuat Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke swalayan tersebut, pada Selasa (9/2).
Selain itu, anggota dewan juga menyidak barang yang dijual di swalayan Pinang Lestari Komplek Bintan Centre Km9 tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang dari Dapil Tanjungpinang Timur, Rahma menyampaikan, pihaknya melakukan sidak ini atas adanya aduan dari masyarakat.
“Maka, saya dan dua anggota dewan lainnya memastikan aduan tersebut dan sekalian cek barang yang ada di Pinang Lestari ini,” ujar Rahma kepada MetroKepri.co.id.
Selang beberapa menit melakukan Sidak, anggota DPRD Kota Tanjungpinang menemukan makanan yang sudah dalam masa tenggang dijual di Swalayan Pinang Lestari tersebut.
“Saat Sidak, kita menemukan kemasan makanan yang sudah expaired dan tetap dipajang dan dijual di Pinang Lestari,” ucapnya.
Dia mengutarakan, seperti yang tertulis dikemasan makanan kue bawang yang masa berlakunya dinyatakan habis pada tanggal 2 Februari 2016.
“Selain kue bawang, kita juga menemukan makanan jenis kacang – kacangan yang diduga dioplos dan tidak memiliki batas konsumsi atau expired dikemasannya,” papar Rahma.
Dia mengemukakan, bukan hanya batas waktu konsumsi saja yang tidak tertulis dikemasan itu, bahkan kemasannya juga sudah rusak dan tetap dijual atau dipajang.
Atas temuan tersebut, Personalia Pinang Lestari, Sumartiningsih mengaku akan melihat kembali barang – barang yang dipajang tersebut.
“Kita juga sudah mengatakan kepada staf pengawasan untuk menarik makanan yang jangka waktunya 3 bulan dari masa expaire. Karena masih ditemukan, maka saya sendiri yang akan memanggil staf kita yang lalai dan akan kita berikan sanksi disiplin kerja terhadap mereka yang lalai,” ujarnya.
Sementara, kata dia, terkait karyawati yang hendak memakai jilbab bukan tidak diperbolehkan. Tetapi ada kententuannya, namun hal ini akan diusulkan keatasan untuk memperbolehkan staf yang ingin memakai jilbab.
“Kemungkinan, nanti kita akan minta sama atasan untuk memberikan ruangan kepada karyawan yang memakai jilbab untuk dilakukan pemeriksaan,” ucapnya. (NOVENDRA)
