Wan Siswandi Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN Ke 74

by -32 views
Wan Siswandi saat memimpin HUT PGRI Ke 74 dan HGN
Wan Siswandi saat memimpin HUT PGRI Ke 74 dan HGN

Natuna, (MetroKepri) – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pendidikan melaksanakan upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke – 74.

Upacara ini juga mengangkat tema “Peran strategis guru dalam mewujudkan SDM Indonesia Unggul” ini dilaksanakan di lapangan Sepak Bola Desa Pengadah, Senin 25 November 2019.

Wan Siswandi saat melihat berbagai perlombaan di HUT PGRI Ke 74 dan HGN
Wan Siswandi saat melihat berbagai perlombaan di HUT PGRI Ke 74 dan HGN

Upacara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi S.Sos.Msi dan diikuti oleh guru dari perwakilan masing-masing sekolah di Kabupaten Natuna serta para murid SD, SMP dan SMA.

Dalam amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim yang dibacakan oleh Wan Siswandi mengatakan guru adalah tugas yang mulia sekaligus tersulit, karena ditugaskan untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Peran guru dapat bekerja lebih keras agar dapat mencetak generasi penerus yang unggul dan lebih kompetitor dalam menghadapi masa akan datang.

Mendikbud menilai, guru tahu betul potensi anak tidak dapat diukur dengan hasil ujian, namun kurikulum begitu padat sehingga guru kurang maksimal dalam mengembangan bakat anak diluar kurikulum yang telah disiapkan.

Foto Bersama Usai Upacara HUT PGRI dan HGN
Foto Bersama Usai Upacara HUT PGRI dan HGN

“Anda frustrasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi,” katanya.

Lanjutnya, guru ingin setiap murid terinspirasi, tetapi guru tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Untuk itu, Mendikbud tidak akan membuat janji-janji kosong kepada guru. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

“Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun perubahan tidak dapat dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, dimana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda,” imbuhnya.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan berbagai tarian dari para murid Sekolah Dasar dan perlombaan yang diikuti tiap sekolah. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.