Awe Sampaikan Rencana Pembangunan Industri Gula di Lingga ke Menperin

by -214 views
by
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto (kiri) menerima Bupati Lingga, Alias Wello (kanan)
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto (kiri) menerima Bupati Lingga, Alias Wello (kanan)

Lingga, (MK) – Bupati Lingga Alias Wello menemui Menteri Perindustrian (Memperin) RI, Airlangga Hartarto, Jumat (16/3/2018).

Pada pertemuan itu, Bupati Lingga melaporkan rencananya untuk membangun industri gula pasir dan gula merah berbahan baku dari umbi tanaman bit di Bumi Bunda Tanah Melayu ini.

“Kemarin, saya dan tim sudah menemui Pak Menperin. Saya melaporkan dan minta dukungan atas rencana Pemerintah Kabupaten Lingga membangun industri gula dari umbi tanaman bit,” papar Awe sapaan akrab Bupati Lingga ini, Sabtu (17/3/2018).

Awe mengaku tidak sendirian untuk mewujudkan cita – cita besarnya itu. Namun, dirinya didampingi salah seorang putra terbaik Indonesia yang sudah berpengalaman selama 40 tahun menangani industri gula bit di negara Jerman.

Masih kata Awe, industri gula bit yang akan dibangun di Lingga tersebut hanya bermodalkan sekitar Rp35 miliar dan mampu memproduksi gula pasir sekitar 12 ton dan gula merah sekitar 9 ton per hari. Sementara lahan yang dibutuhkan, hanya sekitar 150 hektar.

“Ini sebuah terobosan yang mampu menjawab tantangan masa depan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gula impor. Apalagi, lahan yang dibutuhkan tak perlu terlalu luas dan hasilnya bisa sampai 100 ton umbi bit per hektar,” ujarnya.

Atas gagasan Awe tersebut Memperin merespon dengan mengumbar senyum dan berharap suatu saat industri gula bit ini dapat terealisir, sekaligus mampu memberi kontribusi terhadap kebutuhan gula nasional yang dikabarkan masih mengalami defisit sekitar 3 juta ton per tahun.

“Pak Menteri masih ragu – ragu, karena belum ada bukti tanaman bit ini bisa hidup di Indonesia dan dapat dibudidaya secara massal. Padahal, sejumlah ujicoba sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman bit ini bisa hidup di daerah tropis dan bisa panen hingga 2 kali dalam setahun,” ucapnya. (NAZILI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.