Jelang Lebaran, Pelayanan di Pelabuhan Tanjungpinang Dikeluhkan

by -336 views
Ilustrasi Penumpang-Tampak-Memadati-Pelabuhan-Sri-Bintan-Pura
Ilustrasi Penumpang-Tampak-Memadati-Pelabuhan-Sri-Bintan-Pura
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Menjelang lebaran Idul Fitri pelayanan di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sudah mulai dikeluhkan penumpang. Bahkan para calo tiket sudah terlihat berkeliaran di Pelabuhan tersebut, Selasa (7/7).

Informasi yang dihimpun dilapangan, keluhan pelayanan tersebut dikarenakan pihak manajemen Kapal Baruna melakukan penarikan tiket di atas ponton. Sehingga terjadi desak – desakan ketika penumpang banyak.

Hal yang sama juga terjadi di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Bahkan salah satu kapal Baruna sudah berjalan sekitar 20 menit terpaksa kembali ke Pelabuhan Punggur, lantaran manifes tidak sesuai dengan jumlah muatan.

“Secara pribadi, saya lebih nyaman kalau tiketnya diambil didalam kapal seperti biasanya,” ujar salah satu penumpang yang akan berangkat ke Batam, Iskandar.

Menurut Iskandar, ia mendukung tiket kapal diambil setelah keberangkat. Ia khawatir, petugas tiket akan kewalahan ketika menghadapi jumlah penumpang yang semakin ramai mendekati lebaran ini.

“Sekarang saja sudah terjadi penumpukan penumpang. Saya pikir, sebaiknya manajemen Baruna mengevaluasi kembali kebijakan seperti itu,” ujarnya.

Atas keluhan tersebut, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Masbichin mengatakan, kebijakan seperti itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam rapat bersama dengan pihak operator akhir pekan lalu.

“Bukan Baruna saja, Marina juga demikian. Kebijakan itu adalah untuk mengutaman penumpang yang punya tiket,” ucap Masbichin.

Ia mengutarakan, kebijakan tersebut sudah fleksibel. Ia yakin, hal itu tidak menimbulkan penumpukan penumpang maupun menggangu arus mudik.

“Justru yang mengganggu adalah banyak jumlah pengantar. Kita juga berupaya untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan penumpang,” paparnya.

Sementara, saat ditanya terkait anak umur 2,5 tahun ke atas dikenakan tiket, Masbichin menanggapi, bahwa suasana arus mudik jumlah penumpang akan semakin banyak.

“Sehingga dikhawatirkan terjadi kursi ganda, apabila seorang ibu membawa dua orang anak. Kami juga memperhatikan keselamatan. Kebijakan seperti ini, akan membuat penumpang nyaman,” ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.