Lingga, (MK) – Dalam rangka meredusir paham radikal yang ada ditengah – tengah masyarakat, Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepulauan Riau mengelar kegiatan deradikalisasi di Hotel Prima Inn, Kabupaten Lingga, Senin (25/7).
Pada kegiatan itu, hadir narasumber dari perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lingga, perwakilan Polres Lingga, MUI Lingga serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris FPP Kepri, Suprapto menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya merupakan upaya meredusir paham radikal yang ada ditengah – tengah masyarakat.
“Radikalisme atas nama agama sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Hal ini, terbukti dengan banyaknya aksi – aksi teror seperti bunuh diri yang terjadi di Indonesia,” papar Suprapto.
Dia mengutarakan, beberapa pekan terakhir ini, publik dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri oleh orang yang tidak bertanggungjawab disalah satu pos polisi di Solo.
“Hal itu tentunya akan menimbulkan kondisi yang tidak kondusif ditengah – tengah masyarakat. Pesan damai, telah tercoreng dengan aksi – aksi teror atas nama agama. Bom bunuh diri bersifat merusak, anarkistis, dan menciptakan rasa takut yang menyasar siapa pun tanpa batas,” ujarnya.
Menurut dia, teror adalah tindakan tidak berprikemanusiaan. Karena mereka telah menghilangkan nyawa orang – orang yang tidak berdosa.
“Semua pihak harus mengambil peran untuk meredusir paham radikal dengan cara membentuk kelompok – kelompok untuk memantau gerakan – gerakan yang mengarah pada tindakan radikal. Tapi, jangan asal memvonis orang radikal atau teroris,” katanya.
Dia mengemukakan, orientasi sasaran kelompok ekstrimisme dan radikal ditanah air sudah menjadi bias. Saat ini, kelompok teroris telah menyasar objek – objek vital masyarakat, diantaranya pusat keramaian, mall bahkan pos polisi.
“Kewaspadaan dini terhadap setiap aksi teror perlu dilakukan. Hal ini harus melibatkan semua komponen masyarakat, seperti RT/ RW, dan kelompok keagamaan lainnya,” ucap Suprapto.
Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 120 peserta itu, Kasi Binmas Islam Kementerian Agama Kabupaten Lingga, H. Zamroni menyampaikan apresiasi terhadap FPP Kepri.
“Kegiatan – kegiatan dalam bentuk dialog dan diskusi keagamaan ini penting dilaksanakan, apalagi melibatkan anak – anak muda. Generasi muda Islam harus terus dibina, dan jangan sampai terperangkap pada pengaruh negatif saat ini,” katanya.
Dia memaparkan, munculnya paham – paham radikal karena kondisi umat yang sangat memprihatinkan. Salah satu kondisi umat saat ini mudah terkontaminasi dan mengikut terhadap hal – hal baru tanpa selektivitas terlebih dahulu.
“Selain kurang selektif dalam menerima berbagai masukan yang datang, kondisi ini diperparah dengan semakin sedikitnya ketauladanan dalam masyarakat. Hal ini akan memicu tindakan dan paham radikal. Pemahaman agama yang sangat lemah, juga menjadi faktor utama munculnya aksi nekat terorisme ditengah – tengah masyarakat,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Singkep Barat, Ustadz Ilhammuddin yang juga didaulat sebagai narasumber menyebutkan, Rasulullah diutus kepermukaan bumi sebagai rahmat sekalian alam, bukan mendatangkan bencana.
“Maka, aksi kekerasan apalagi membawa label Islam sangat bertentangan dengan semangat Islam rahmatan lil alamin. Kehadiran Islam tidak membawa musibah, namun Islam membawa pesan perdamaian, serta rahmat seluruh alam,” katanya.
Kegiatan itu juga, disejalankan dengan halal bi halal perayaan Idul Fitri 1437 H. (Red)
