Terdakwa Pembunuh Wanita di Pantai Impian Dituntut 15 Tahun Penjara

by -19 views
JPU Saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa Seven Anto Jimen Silitonga alias Anto.
JPU Saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa Seven Anto Jimen Silitonga alias Anto.
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Seven Anto Jimen Silitonga alias Anto, terdakwa dugaan kasus pembunuhan terhadap seorang wanita, Miske Tan alias Cece di Jalan Pantai Impian Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat pada Jumat 15 Mei 2020 lalu, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 15 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (16/11/2020).

JPU Zaldi Akri SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan subsider melanggar Pasal 338 KUHP.

“Terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kesatu melanggar Pasal 340 KUHP maupun dakwaan kedua melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHP. Berdasarkan fakta persidangan, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 338 KUHP,” papar JPU dalam sidang yang berlangsung secara virtual, dimana terdakwa berada di Rumah Tahananan (Rutan) Kelas 1 Tanjungpinang melalui layar monitor.

Terhadap tuntutan JPU tersebut, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun penasehat hukumnya, Annur Saifuddin SH untuk mengajukan pembelaan pada sidang sepekan mendatang.

Dalam dakwaan JPU terungkap, perbuatan terdakwa bermula Jumat 15 Mei 2020 sekira pukul 02.30 WIB, terdakwa yang dalam keadaan mabuk mengendarai sepeda motor BP 2375 GT, melintas di Jalan Bintan Tanjungpinang, tepatnya di depan Hotel Sampurna.

Di tempat tersebut terdakwa bertemu dengan korban yang saat itu sedang mangkal menunggu pelanggan bersama rekannya saksi Rini Dian Sari alias Vina, dan selanjutnya terjadi komunikasi langsung antara terdakwa dan korban, terkait tarif kencan.

Setelah terdapat kesepakatan harga, kemudian terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp200.000 kepada korban dan mereka pergi berkencan ke warung Kopi Dosroha milik terdakwa yang berada di Jalan Pantai Impian.

Setiba di warung kopi tersebut, terdakwa mengambil rokok yang ada didalam jok motor dan langsung masuk kedalam kamar bersama korban. Kemudian terdakwa mengeluarkan uang sebesar Rp900.000 dari dalam saku celananya dan memasukannya dalam kantong plastik beserta rokok yang ditarok di dalam kardus minuman Sanford di atas speaker.

Lalu terdakwa berbaring di atas kasur bersama korban dan tidak lama kemudian terdakwa melihat korban mengambil kantong plastik hitam yang berada di dalam kardus minuman di atas speaker itu. Namun dimarahi oleh terdakwa.

Selanjutnya korban berlari membawa kantong plastik hitam tersebut dan mengetahui hal itu terdakwa langsung mengambil sebuah martil besi yang terletak disamping tembok kamar tidur dan langsung mengejar korban.

Sesampainya di depan warung, terdakwa menarik baju bagian belakang korban sambil berusaha mengambil kantong plastik hitam yang dipegang oleh korban namun korban melakukan perlawanan dengan cara mencakar terdakwa mengenai kelopak mata kiri sehingga terdakwa marah dan langsung memukul bagian belakang kepala korban secara berulang kali dengan martil hingga korban tersungkur.

Melihat keadaan perempuan tersebut sudah dalam keadaan kritis, lalu terdakwa membuang martil itu ke arah laut dan juga tubuh korban ke laut.

Mayat korban awalnya diketahui oleh salah seorang warga dalam kondisi mengapung dan tidak bernyawa. Hasil penyelidikan Polisi, akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap terdakwa sebagai dugaan pelakunya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.