Pancasila Dapat Bentengi Pemuda Dari Paham Sesat

by -248 views

Tanjungpinang, (MK) – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Wiliam Hendri menyampaikan, penerapan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari baik di lingkungan masyarakat maupun kampus dapat membentengi pemuda dari paham – paham yang sesat.

“Apabila tidak disejalankan dengan nilai – nilai Pancasila, hal itu merupakan ancaman bagi kampus dan masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat harus mampu mendeteksi dan mencegahnya,” ujar Wiliam yang menjadi narasumber dalam seminar bertema “Membangun Kesadaran Generasi Muda Untuk Meningkatkan Kualitas dan Menerapkan Nilai – Nilai Pancasila Secara Konsisten” di SMKN 3 Tanjungpinang, Sabtu (30/5).

Di hadapan sekitar 200 orang mahasiswa dan pelajar SMA, William menambahkan, setiap organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun mahasiswa dibangun untuk kepentingan tertentu, sesuai arah pergerakan dan tujuannya.

“Apapun nama organisasi dan jenis pergerakan yang dilakukan, seharusnya organisasi berlandasarkan UUD 1945 dan Pancasila serta ketentuan – ketentuan lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, sejumlah organisasi yang ditemukan diberbagai kampus, tidak memiliki landasan tersebut. Organisasi dibangun dengan semangat kader, namun pola pergerakannya tidak sejalan dengan nilai – nilai Pancasila.

“Organisasi yang tidak sejalan dengan nilai – nilai Pancasila dan nilai – nilai agama dapat merusak mahasiswa. Organisasi seperti ini biasanya digerakkan untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif di kampus dan daerah,” katanya.

Menurutnya, kader dalam organisasi ini biasanya selalu berurusan dengan pihak yang berwajib, dan nilai akademiknya kurang berprestasi.

“Mudah – mudahan ini tidak terjadi di Kepri,” ujar Wiliam yang juga dosen di Jurusan Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji ini.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang, Syafrizal yang juga menjadi narasumber dalam seminar yang digelar Komunitas Bakti Bangsa mengatakan, paham yang membahayakan mahasiswa seperti sosialis dan komunis.

“Waspadai pergerakan radikal yang merugikan mahasiswa. Meski belum tampak terjadi di Tanjungpinang, tetap harus diwaspadai agar dapat dicegah,” ujarnya.

Syafrizal menambahkan, paham – paham yang tidak sejalan dengan nilai – nilai Pancasila harus ditolak. Sebab Pancasila merupakan ideologi negara, yang sejalan dengan nilai – nilai keagamaan.

“Kampus harus berkembang, ilmu pengetahuan dan inovasi harus dikembangkan secara konsisten tanpa paham – paham yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila,” ucapnya.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpolinmas Kepri, Syamsir, yang juga narasumber dalam seminar itu mengemukakan, Pancasila sebagai ideologi negara sudah terbukti memiliki kekuatan yang besar dalam menyatukan Indonesia yang masyarakat heterogen.

“Nilai – nilai yang terkandung didalam lima sila mampu membentengi pemuda dari ancaman paham – paham yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Permasalahan lainnya, kata dia, globalisasi, kebarat – baratan, narkoba, prostitusi dan radikal. “Ini yang harus diwaspadai dan diatasi. Bentengi diri dengan meningkatkan prestasi, keimanan, mengembangkan dan mencintai budaya sendiri, jangan ikut – ikutan gaya hidup orang asing yang tidak baik,” ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.