Lingga, (MK) – Nelayan Kelong Api yang tertimpa musibah di empat desa diundang untuk tatap muka secara langsung dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga serta kepala OPD Kabupaten Lingga di halaman Kantor Desa Kuala Raya, Selasa (16/01/2018).
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Sekda Lingga Junaidi Azam, Kadis Perikanan dan Kelautan Lingga, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Badan Pendapatan Daerah Sudrajat, Direktur Bank Riau Cabang Dabo Singkep Heru, Camat Singkep Barat Reky Sarman Timur, Kapolsek Singkep Barat, Kepala Desa Kuala Raya Dekki, Kepala Desa Bakong Sapiudin serta seluruh Nelayan Kelong Api.
Dalam sambutannya, Sekda Lingga Junaidi mengaku turut prihatin atas musibah yang menimpa para nelayan kelong api di empat desa.
“Ketika kami mendapat informasi 1 hari sebelumnya, saya langsung merespon dan mencari solusi agar dapat membantu bapak – bapak yang tertimpa musibah untuk penanganan masalah kelong ini,” papar Junaidi.
Masih kata Sekda Lingga, pihaknya datang tidak memberikan bantuan secara langsung uang tunai. Jadi jangan sampai salah diartikan seperti kejadian kebarakan yang terjadi di Kampung Cina Daek Lingga kemarin, karena korban kebakaran itu adalah tempat tinggal hunian mereka yang terbakar walaupun ada usaha mereka disitu.
“Hari ini berbeda yang terjadi, musibah itu adalah usaha ekonomi masyarakat kelong. Jadi kami harus mencari jalan serta upaya agar kelong ini bisa berdiri kembali. Itu kan harapan para nelayan kelong kita,” ucapnya.
Jadi secara ekonomi dan bisnis dari 148 kelong itu bagaimana pemerintah daerah memfasilitasi dan mediasi dengan pihak – pihak tertentu, pihak swasta atau pihak perbankan agar masyarakat itu ada usaha ekonomi yang dilakukan tidak lumpuh seperti ini.
“Kami dari pemerintah daerah menyampaikan ucapan sedih dengan musibah yang luar biasa ini, malahan tidak hanya di satu Desa Kuala Raya saja dan merambah hingga ke Desa Bakong, Tinjul serta Desa Sungai Harapan yang jumlahnya sangat pantastis luar biasa banyak dan kelong ini merupakan sumber ekonomi masyarakat, sumber penghasilan masyarakat. Pak Bupati bicara, Wah ini akan terjadi kerisis ekonomi masyarakat kalau begitu, karena kita tidak bisa lagi berupaya mengambil ikan seperti ikan bilis sedangkan bilis ini adalah barang berharga yang nilai ekonominya cukup tinggi dengan robohnya kelong ini berarti lumpuh ekonomi masyarakat untuk di nelayan kelong,” katanya.
Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, Aan juga menyampaikan mudah – mudahan dengan musibah ini, semoga bisa mendapat hikmat serta pelajaran ini semua.
“Bapak – ibu sekalian, tadi saya mencatat kejadian bencana ini mulai 11 Januari hingga 13 Januari untuk Desa Bakong sebanyak 140 unit kelong yang roboh. Kami minta di data kelongnya pak. Desa Kualaraya 37 unit, Desa Tinjul 40 unit, Desa Sungai Harapan 40 unit, jadi semuanya total 260 unit. Kemudian terkait data ini saya minta tolong kepala desa, tadi Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kepri telepon saya agar di data secara identik. Nanti data – data ini akan kami kirim ke provinsi. Memang benar tadi yang disebutkan Pak Sekda, di DKP Lingga ini ada bansos,” ujarnya.
Hibah ini, kata dia, ada ketentuan pertama Des Kerupuk kedua badan hukum itu pun diajukan setahun sebelum kejadian.
Sementara, salah satu warga Desa Kualaraya Kamsin berharap dengan pertemuan ini, bapak Sekda serta Dinas Perikanan dan Kelautan Lingga dapat mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan kelong yang roboh ini, agar ada upaya penanganannya.
Ditambahkannya lagi, Sekda Lingga akan berupaya membantu keluhan masyarakat nelayan kelong api dan mencari solusi jalan agar dapat terealisasi untuk memenuhi permintaan masyarakat tersebut agar kelongnya bisa berdiri kembali. (NAZILI)
