150 IKM di Tanjungpinang Miliki Sertfikasi Halal, Syahrul: Pengusaha Kuliner Wajib Punya

by -84 views
Wali Kota Tanjungpinang saat menyerahkan sertifikat halal kepada pemilik IKM Bolu Kemboja Mul Akhyar
Wali Kota Tanjungpinang saat menyerahkan sertifikat halal kepada pemilik IKM Bolu Kemboja Mul Akhyar
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Tanjungpinang memfasilitasi kepemilikan sertifikat Halal bagi pemilik Industri Kecil Menengah (IKM) dan diserahkan di salah satu ruangan Hotel Pelangi Tanjungpinang, Rabu (15/1/2020).

Sertifikat Halal tersebut diberikan secara langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul S.Pd kepada 30 IKM secara simbolis.

Usai penyerahan, Syahrul kepada awak media ini mengatakan, penyerahan sertifikat halal pada IKM tentu akan lebih profesional dan tentunya dengan ini dapat dijamin kehalalannya.

Ayah sapaan akrabnya Wali Kota Tanjungpinang ini mengutarakan, ada sekitar 400 lebih IKM di Kota Tanjungpinang.

“Jadi yang baru diberikan sertifikat halal hanya seratus lebih, setiap tahun akan kita lakukan secara bertahap,” sebutnya.

Bagi yang belum, Ayah mengajak kepada pelaku IKM kuliner yang ada di Tanjungpinang mengikuti event, memperkenalkan produknya, terjamin untuk orang beli.

“Untuk memiliki sertifikasi halal ini memang bertahap, tidak sekaligus. Mudah-mudahan semua IKM dapat memilikinya,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait pengusaha kuliner yang terkenal di seluruh Indonesia tetapi belum memiliki sertifikat halal seperti halnya J’Co, Ayah menyebutkan, nanti BPOM yang akan turun untuk hal itu.

“Kita hanya menyarankan, untuk yang meninjau langsung masalah dia (J’Co) LPPOM dan harus melakukan sertifikat halal. Kita pemerintah melaksanakan kegiatan, kalau dia kan perusahaan besar tu, seluruh indonesia,” tutur Ayah.

Untuk itu, Ayah mengimbau kepada pengusaha makanan minuman, kemudian restoran wajib dan harus menampilkan sertifikat halal.

“Karena ini amanat undang undang,” pungkasnya.

Diwaktu yang bersamaan, Kadisdagin Kota Tanjungpinang Ahmad Yani menambahkan, total IKM yang ada sebanyak 495 dan terdaftar di Disdagin.

“Yang sudah kita fasilitasi mendapatkan sertifikat halal itu 120 tambah 30 hari ini, total 150 IKM dengan anggaran Rp3 juta per-sertifikat disubsisi pemerintah,” bebernya.

“Insyaallah 2020 kita akan melatih lagi 50, jadi bertahap. Jadi, semoga dalam waktu dekat ini kita selesailah sertifikat halal,” sebutnya lagi.

Sementara, salah satu pemilik IKM kuliner Bolu Kemboja Mul Akhyar mengatakan, bagi kami pengusaha kuliner, sertifikasi halalĀ ini penting.

“Sebab merupakan suatu bukti bahwa makanan yang dijual aman dan tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang dalam agama Islam. Proses pembuatan pun sesuai syariat Islam,” imbuhnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.